MAKALAH
OPEN SOURCE SOFTWERE
OLEH :
AL FITRA
PRATAMA ALSA
NIM.13010001
MATA KULIAH : PENGANTAR
KOMPUTER
Dosen :
Widya Siswandi, M.Si
PROGRAM
STUDI REKAYASA PERANGKAT LUNAK
AKADEMI
KOMUNITAS NEGERI
PADANG
PARIAMAN
2014
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT
atas segala rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan makalah ini tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini mengambil
judul “ Open Source ”.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Perangkat
Komputer
Dalam
pembuatan makalah ini penulis menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan
makalah ini baik pada penulisan dan materi. Untuk itu kritik dan saran dari
semua pihak sangat diharapkan untuk menyempurnakan pembuatan makalah ini.
Dalam
pengerjaan penulisan makalah ini, dukungan dari berbagai pihak amat sangat
membantu untuk penyelesaian makalah ini, untuk itu penulis ingin menucapkan
terima kasih pada:
1. Widya Siswandi,M.Kom sebagai dosen Pengantar
Komputer yang telah memberikan
tugas materi dan pengarahan dalam pembuatan makalah ini.
2. Orang tua yang selalu
mendukung dengan do’a dan motivasi
dimanapun dan kapanpun berada.
3. Teman-teman yang telah
banyak membantu, namun tidak dapat disebutkan
satu persatu.
Pariaman,13 Januari 2014
Al Fitra Pratama Alsa
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Open Source Software menjadi sangat
menarik dan dianggap sebagai fennmena baru dari keseluruhan ruang lingkup
Teknologi Informasi. Fenomena Open Source Software bukan cerita baru maskipun
beberapa tahun belakangan ini, hal ini target media masa.
Dampak dari teknologi Open Source
diharapkan mendapat perhatian dari industry software, dan dalam lingkungan
keseluruhan. Banyak orang percaya bahwa dampak dari Open Source Software dalam
industri teknologi Informasi dan lingkungan pada umumnya akan membesar.
Berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan diatas,maka kami mengajukan tema makalah mengenai ”
Free Software / Open Source Software”.
B. Tujuan penulisan makalah
Tujuan dari pembahasan makalah ini , yang berjudul “OPEN SOURCE ” berdasarkan rumusan masalah di atas, adalah untuk membahas hal-hal
yang sesuai dengan permasalahan yang diajukan antara lain :
1. Untuk mengetahui
pengertian OPEN SOURCE
2.
Untuk mengetahui sejarah OPEN SUECE
3.
Untuk mengetahui sistem operasi OPEN SURCE
4. Untuk mengetahui kekurangan dan
kelebihan OPEN SOURCE
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
OPEN SOURCE
Software open source adalah sebuah software yang dapat dimiliki dengan cara mengambil / mendownload
secara gratis dari internet, yang kode softwarenya di publikasikan ke publik atau pengguna internet. Umumnya orang akan memperbaiki kelemahan-kelemahan dari software
tersebut dan memodifikasi tampilan atau bahasanya. Lalu menguploadnya kembali / mempublikasikan kembali
software yang sudah diperbaiki tersebut ke internet, dan pada saat yang sama orang lain juga akan mendownload aplikasi software open sorce ini dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang lain.
Dengan adanya perbaikan kelemahan
software open source dari beberapa pengguna internet maka pengembangan metode ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas software open source.
B.
SEJARAH OPEN SOURCE
Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998. Namun, sejarah peranti lunak open
source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika
seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon, and MIT pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan tiap orang bisa memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut.
Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10. Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain
tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang
dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10,
seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun
piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement
untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.
Karena itulah pada Januari 1984
Richard Stallman keluar dari MIT, agar MIT tidak bisa mengklaim piranti-piranti
lunak yang dikembangkannya. Dan tahun 1985 dia mendirikan organisasi nirlaba
Free Software Foundation. Tujuan utama organisasi ini adalah untuk
mengembangkan sistem operasi. Dengan FSF Stallman telah mengembangkan berbagai
piranti lunak: gcc (pengompilasi C), gdb (debugger, Emacs (editor teks) dan
perkakas-perkakas lainnya, yang dikenal dengan peranti lunak GNU. Akan tetapi
Stallman dan FSFnya hingga sekarang belum berhasil mengembangkan suatu kernel
sistem operasi yang menjadi target utamanya. Ada beberapa penyebab
kegagalannya, salah satunya yang mendasar adalah sistem operasi tersebut
dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang, dan tidak melibatkan komunitas
yang lebih luas dalam pengembangannya.
Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 di
Finland mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Dalam
pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas
terbuka untuk dikembangkan bersama. Komunitas Linux terus berkembang dimana
kemudian akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi
mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti
RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, dan Debian dan lainnya. Beberapa dari
distribusi di atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan
distro turunan, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah
menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, dan
lainnya.
Kontribusi utama lain dari FSF selain
perangkat lunak adalah lisensi GPL (GNU public License), dimana lisensi ini
memberi kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program,
memodifikasi dan mendistribusi ulang peranti lunak tersebut dan juga jaminan
kebebasan untuk menjadikan hasil modifikasi tersebut tetap bebas
didistribusikan. Linus Torvalds juga menggunakan lisensi ini dalam pengembangan
dasar Linux.
Seiring dengan semakin stabilnya rilis
dari distribusi Linux, semakin meningkat juga minat terhadap peranti lunak yang
bebas untuk di sharing seperti Linux dan GNU tersebut, juga meningkatkan
kebutuhan untuk mendefinisikan jenis peranti lunak tersebut.
Akan tetapi teminologi “ free ” yang
dimaksud oleh FSF menimbulkan banyak persepsi dari tiap orang. Sebagian
mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksud dalam GPL, dan sebagian lagi
mengartikan untuk arti gratis dalam ekonomi. Para eksekutif di dunia bisnis
juga merasa khawatir karena keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh.
Kondisi ini mendorong munculnya
terminologi “open source” dalam tahun 1998, yang juga mendorong terbentuknya
OSI (Open Source Initiative) suatu organisasi nirlaba yang mendorong
pemasyarakatan dan penyatuan “Open Source”, yang diinisiasi oleh Eric Raymond
dan timnya.
C.
SISTEM OPERASI OPEN SOURCE
Sistem operasi (Operating System)
merupakan penerjemah bahasa hardware agar bisa berkomunikasi dengan manusia
atau bisa dikatakan sistem operasi merupakan alat yang membantu kita untuk
mengoperasikan hardware / komputer . Pengertian system operasi secara umum
ialah pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada system computer dan
menyediakan sekumpulan layanan (system calls) ke pemakai sehingga memudahkan
dan menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-daya system komputer.
Sistem operasi berfungsi ibarat pemerintah dalam suatu negara, dalam arti
membuat kondisi computer agar dapat menjalankan program secara benar. Sistem
operasi juga sering disebut resource allocator. Satulagifungsi penting system
operasi ialah sebagai program pengendali yang bertujuan untuk menghindari
kekeliruan (error) dan penggunaan computer yang tidak perlu.
Konsep Open Source Software pada
intinya adalah dapat/diizinkan membuka kode sumber (source code) dari sebuah
perangkat lunak. Konsep ini terasa aneh pada awalnya dikarenakan kode sumber
merupakan kunci dari sebuah perangkat lunak. Dengan diketahui logika yang ada
di kode sumber, maka orang lain semestinya dapat membuat perangkat lunak yang
sama fungsinya. Open source hanya sebatas itu. Artinya, tidak harus gratis.
Kita bisa saja membuat perangkat lunak yang kita buka kode-sumber-nya,
mempatenkan algoritmanya, medaftarkan hak cipta, dan tetap menjual perangkat
lunak tersebut secara komersial (alias berbayar).
Macam –
Macam Jenis Sistem Operasi Open source
1. Unix
Termasuk sistem operasi yang paling
awal ada untuk komputer. Merupakan induk dari sistem operasi linux. Unix atau UNIX adalah sebuah sistem
operasi komputer yang diawali dari
project Multics (Multiplexed
Information and Computing Service) pada tahun 1965 yang dilakukan American
Telephone and Telegraph AT&T, General Electric (GE), dan Intitut
Teknologi Massachusetts (MIT), dengan biaya dari Departemen Pertahanan Amerika (Departement of
Defence Advenced Research Project, DARPA atau ARPA), UNIX didesain sebagai Sistem operasi
yang portable, multi-easking dan multi-user.
Berbagai versi UNIX
Nama
|
Vendor
|
AIX
|
IBM
|
A/UX
|
Apple (Macintosh)
|
BSD
|
University of
California
|
DG/UX
|
Data General
|
HP/UX
|
Hawlette-Packard
|
MS/UX
|
NEC
|
PC/IX
|
Interactive
System Corporation
|
SCO UNIX
|
SCO
|
SINIX
|
Siemens
|
ULTRIX
|
DEC
|
UNICOS
|
Cray Research
|
UNIX
|
AT&T, SCO,
Sun Microsystem
|
VENIX
|
VenturaCom, Inc
|
XENIX
|
SCO / Microsoft
|
UNIXWARE
|
CALIFORNIA
|
2. MINIX
Minix adalah sebuah sistem operasi
keturunan UNIX yang bersifat open-source, yang dibuat berdasarkan arsitektur
microkernel. Kernel sistem operasi ini dibuat oleh seorang profesor di Vrije
Universiteit Amsterdam, Belanda yang bernama Andrew Stuart Tanenbaum yang pada
awalnya ditujukan untuk tujuan edukasional. Minix juga menjadi inspirasi bagi
Linus Torvalds untuk membuat kernel Linux.
3. BSD (Berkeley Software
Distribution)
Berkeley Software Distribution (BSD)
pertama kali dibangun dan dikembangkan oleh Computer System Research Group
(CSRG) di University of California at Berkeley (UCB),
BSD pertama kali keluar pada akhir 1977 sebagai paket tambahan dan patch dari
AT&T UNIX versi 6, yang mana waktu itu beroperasi pada mesin PDP-11
minicomputer.
BSD dibuat, dikembangkan, dan
digunakan secara “Bebas” sebagai perlawanan terhadap lisensi UNIX yang dimiliki
oleh AT&T dan olehkarena itu BSD mempunyai lisensi tersendiri yang
memungkinkan setiap orang bebas melakukan pengembangan, dan menggunakan kode
sumber BSD. Pada tahun 1993, versi 4.4BSD dirilis sebagai sebuah Sistem Operasi
yang utuh.
Distribusi
Varian
- BSD/OS
Berkeley Software Design, Inc.,
didirikan oleh beberapa pendiri awal developer CSRG sebagai kelanjutan dari
pengembangan BSD dalam sisi komersial. BSD/OS telah mendukung untuk banyak
platform, seperti i386 dan sparc, yang biasanya dipasarkan dengan memasukkan
beberapa applikasi Internet.
Pada tahun 2000, BSDI bergabung dengan
Walnut Creek CDROM, sebuah perusahaan yang secara finansial mendukung juga OS
FreeBSD . BSD/OS akan dilanjutkan sebagai sebuah produk yang terpisah, namun
seperti yang diharapkan, BSD/OS dan FreeBSD Sumber bebas akan digabungkan.
- Darwin OS
Darwin adalah sistem operasi Unix yang
dikembangkan oleh Apple, dirilis pada tahun 1999 pada iterasi pertama OS X.
Darwin mengimplementasikan kepribadian 4.4BSD dan userland pada sebuah
mikrokernel Mach, dengan FreeBSD sebagai referensi utama. Walaupun ditujukan
pada platforn pps Apple, namun system ini juga sedang dikembangkan untuk
platform i386. Varian BSD lainnya yang juga merupakan turunan 4.4BSD,
menggunakan lisensi distribusi BSD yang menyediakan kode sumber secara bebas.
Sesaat setelah rilis sebagai bagian dari OS X, Apple memutuskan untuk membuat
source Darwin terbuka di mana ia bercabang menjadi beberapa sistem operasi
independen, seperti OpenDarwin dan PureDarwin, meskipun tidak ada menjadi
sangat mainstream.
- FreeBSD
FreeBSD mengoptimalkan penggunaan
platform PC. FreeBSD menyediakan kemudahan installasi dan dukungan yang luas
terhadap perangkat keras PC. FreeBSD mendukung arsitektur i386 dan alpha, dan
pengembangan FreeBSD pada beberapa platform juga telah dilakukan. FreeBSD juga
digunakan pada server-server yang memiliki traffic dan kinerja yang cukup
tinggi untuk service WWW dan FTP seperti http://www.yahoo.com dan ftp.cdrom.com.
- NetBSD
NetBSD memfokuskan pengembangan pada
penyediaan sistem operasi untuk banyak platforms, dari sebuah palmtop sampai
server alpha yang besar. NetBSD berjalan pada hampir semua mesin dimana orang
menginginkan UNIX sebagai sistem operasinya.
- OpenBSD
OpenBSD memfokuskan pengembangan pada
keamanan dan cryptography. Proyek pengembangan ini terpisah dari proyek NetBSD
pada tahun 1995 sebagai akibat perselisihpahaman antara Theo de Raadt dengan
NetBSD core team lainnya. OpenBSD saat ini setidaknya telah mendukung lebih
dari 10 platforms, dengan beberapa proses pengembangan lebih terstruktur. Tim
OpenBSD juga telah menghasilkan sebuah applikasi OpenSSH , sebuah implementasi
untuk memenuhi kebutuhan Secure Shell untuk pekerjaan secara remote.
4. GNU Linux
Linux adalah sebuah kloning UNIX,
ditulis benar-benar dari bawah lebih dari satu dekade lalu. Linux sama dengan
BSD dalam banyak hal, namun BSD telah mempunyai budaya yang telah lama, serta
lebih ramah terhadap dunia komersial. Sistem Operasi ini dibuat oleh Linus
Torvald dan berkembang sedemikian cepatnya sehingga hampir bisa melampaui
jumlah pengguna Windows di dunia. Linux bisa didapatkan dalam berbagai
distribusi (sering disebut Distro). Distro adalah bundel dari kernel Linux,
beserta sistem dasar linux, program instalasi, tools basic, dan program-program
lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan distro. Ada banyak sekali
distro Linux, diantaranya :
·
RedHat, distribusi yang paling populer, minimal di Indonesia. RedHat merupakan
distribusi pertama yang instalasi dan pengoperasiannya mudah.
·
Debian, distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun
mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan .deb
dalam paket instalasi programnya.
·
Slackware, merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux. Hampir semua
dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting dari Slackware
adalah bahwa semua isinya (kernel, library ataupun aplikasinya) adalah yang
sudah teruji. Sehingga mungkin agak tua tapi yang pasti stabil. Yang kedua
karena dia menganjurkan untuk menginstall dari source sehingga setiap program
yang kita install teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya dia tidak mau
untuk menggunakan binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap menggunakan
libc5 bukan glibc2 seperti yang lain.
·
SuSE, distribusi yang sangat terkenal dengan YaST (Yet another Setup Tools)
untuk mengkonfigurasi sistem. SuSE merupakan distribusi pertama dimana
instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia.
·
Mandrake, merupakan varian distro RedHat yang dioptimasi untuk pentium. Kalau
komputer kita menggunakan pentium ke atas, umumnya Linux bisa jalan lebih cepat
dengan Mandrake.
·
WinLinux, distro yang dirancang untuk diinstall di atas partisi DOS (WIndows).
Jadi untuk menjalankannya bisa di-klik dari Windows. WinLinux dibuat
seakan-akan merupakan suatu program aplikasi under Windows.
Dan masih banyak distro-distro lainnya
yang telah tersedia maupun yang akan muncul.
5. Sun
Solaris
Solaris adalah salah satu UNIX yang
paling dikenal dunia. Solaris dibuat oleh Sun Microsystem. Solaris berjalah
pada high−end hardware yang dapat mendukung puluhan processor, GB RAM, serta
harddisk. Ia banyak digunakan sebagai platform oleh aplikasi enterprise,
seperti Oracle. Solaris didesain untuk berjalan pada processor SPARC yang
diproduksi oleh SUN. Karena SUN mengontrol sendiri hardware dan software,
mereka dapat mengembangkan system dengan fitur menarik, seperti, hot-swappable
RAM, mainboard, harddisk, CPU.
6. Syllable
Desktop
Syllable adalah sebuah OS gratis dan open
source yang dicabangkan dari AtheOS, tiruan AmigaOS pada tahun 2002,
Syllable Desktop merupakan OS yg ringan dan cepat, cocok uuntuk home and small
office users.
7. AROS
Research Operating System
AROS adalah sebuah OS open source
ringan yang didesain untuk tidak saja kompatibel dengan AmigaOS 3.1, tetapi
juga lebih baik dari Amiga. Proyek ini dimulai pada tahun 1995 dan hari ini
dapat dioperasikan di perangkat keras berbasis PowerPC dan IBM PC. AROS juga
mengemas sebuah emulator yang dapat mengoperasikan aplikasi-aplikasi Amiga.
8. OpenGEM
GEM (Graphical Environment Manager)
mulai hidup pada tahun 1985 sebagai shell grafis Digital Research untuk CP/M.
Dibuat dengan cara untuk MS-DOS dan interface Atari ST. Kaldera, yang berakhir
memiliki GEM, open-source di tahun 1999. Sejak itu, para penggemar memperbarui
dan memperpanjang kode, yang biasanya dirilis sebagai FreeGEM atau OpenGEM.
9. KolibriOS
KolibriOS adalah sistem operasi
rakitan berbasi hobi yang kecil dan cepat yabg bercabang dari kode MenuetOS
pada tahun 2004. Seperti MenuetOS, KolibriOS merupakan sistem operasi gratis
dan open-source yang dapat dijalankan dari floppy disk tunggal, tetapi juga
mampu berkembang untuk memenuhi kebutuhan yang lebih besar pada instalasi hard
disk. Sementara Kolibri dan Menuet hampir mirip, masing-masing berlangganan
filsafat antarmuka pengguna yang berbeda..
10. ReactOS
ReactOS adalah project yang
dikembangkan oleh komunitas free software dan open source yang binarynya
(eksecutable filenya) dan driver compatible (sesuai) dengan Microsoft windows
2000/XP. Dalam bekerja ReactOS memeliki persamaan dengan projek WINE yang ada
pada linux karena perkembangan ReactOS sangat tergantung dari developer WINE
juga. Saat ini ReactOS telah memasuki tahapan Alpha diman orang yang berminat
untuk mengujinya dapat mengunduhnya disitus resminya http://www.reactos.org
11. DexOS
DexOS merupakan OS yang didisain untuk
bekerja seperti pada game console dan tampilannya terinspirasi dari video game
console. Sama seperti MenuetOS, DexOS juga dibuat dengan menggunakan bahasa
assembly sehingga dapat dijalankan di flashdisk, floopy disk, dll.
12. EyeOS
EyeOS adalah
sebuah sistem operasi desktop open source yang berbasis web, dimana Anda dapat
mengakses sistem operasi tersebut melalui jaringan seperti LAN atau Internet
dari web browser seperti Firefox, Chrome dan lain sebagainya. Meskipun
orientasi penyebarannya melaui web, dalam banyak hal, eyeOS merupakan sistem
operasi desktop yang memiliki fitur yang cukup lengkap. Berbagai aplikasi
seperti kalender, RSS Reader, email client, word processor, spreadsheet,
manajer kontak sudah menjadi aplikasi default yang terpasang dalam sistemnya.
Ini adalah sistem dengan konsep cloud computing
yang bertujuan untuk memungkinkan kolaborasi dan komunikasi di antara pengguna,
atau bisa juga sebagai perlindungan pribadi Anda ketika Anda terjebak
menggunakan komputer orang lain. Secara garis besar eyeOS merupakan terobosan
hebat dalam dunia sistem operasi dekstop, karena memberi warna yang unik dengan
menghadirkan konsep cloud computing.
13. Google Chrome OS / Chromium OS
Google sedang mengembangkan suatu
sistem operasi baru, atau lebih tepatnya, distro Linux baru yang diberi nama
Chromium OS atau Google Chrome OS. Sistem baru ini ditujukan untuk siapa saja
yang sering bekerja dengan cloud computing.
Google Chrome OS adalah sistem operasi
sumber terbuka yang dirancang oleh Google Inc. untuk bekerja secara eksklusif
dengan aplikasi web. Google Chrome OS diumumkan pada tanggal 7 Juli 2009, dan
versi stabilnya akan diluncurkan umum pada paruh kedua tahun 2010.[4] Sistem
operasi ini berbasis Linux dan hanya akan berjalan pada pada perangkat keras
yang dirancang khusus. Antarmuka penggunanya dirancang mengambil pendekatan
minimalis, seperti penjelajah web Google Chrome. Sistem operasi ini ditujukan
bagi mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di Internet.
D. DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DALAM PENGGUNAAN OPEN SURCE
Kenapa mulai banyak perusahaan,
instansi pemerintahan atau instasi pendidikan menggunakan Open Source?
Sebelum
kita bedah lebih mendalam mengenai open source, Setidaknya kita harus
mengetahui yang dimaksutkan dengan open source itu sendiri apa sih?
Open
kalo diterjemahkan dibahasa Indonesia adalah terbuka sedangkan source adalah
software. Bila digabungkan menjadi sumber terbuka yang bisa juga disebut
software bebas. Yang dimana perangkat lunak yang lisensinya memberikan
kebebasan bagi para penggunanya untuk menjalankan program apa saja,
memodifikasi atau mengembangkan sesuai yang kita inginkan tanpa perlu membayar
royalty bagi pemilik Lisensi software tersebut. Dan contoh free software yang
dimaksutkan diatas adalah Linux.
Dari
kata software bebas diatas yang dimaksutkan itu bukannya bebas yang sesukanya
sendiri, Namun lebih mengarah kepada makna yang bebas. Yang bisa kita
kategorikan sebagai berikut :
1. Kebebasan dalam menjalankan program apa saja.
2. Kebebasan mempelajari bagaimana program itu
bekerja serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda.
3. Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil
salinan peranti lunak tersebut sehingga dapat membantu sesama.
4. Kebebasan dalam meningkatkan kinerja program
tersebut dan dapat disebarluaskan kepada masyarakat pada umumnya sehingga semua
dapat menikmati keuntungan dari software tersebut tanpa adanya sebuah
prasyarat.
Lalu yang banyak diperbincangkan
adalah, mulai banyak instasi pemerintah, perusahaan bahkan pendidikan
menggunakan open source.
Kenapa
? Kenapa ? Dan kenapa?
Hmmm… mengenai apa sih open source
itu tadi. Sudah kita bahas diatas, namun disini saya akan menjabarkannya.
Open source ini dapat dikembangkan
karena bagi seseorang yang ingin memberikan kontribusinya atau menambahkan
suatu fungsi tanpa bergantung dengan fungsi yang ada diperanti lunak tersebut.
Lalu untuk disain dan proses pengembangan open source itu sendiri terbilang
transparansi.
Lalu kontribusi apa saja yang telah
diberikan oleh Open Source?
Kontribusinya
meliputi:
1. Memberikan alternative perangkat lunak
(software).
2. Memberikan kemajuan pengetahuan tekhnologi
informasi serta meningkatkan pengetahuan masyarakat.
3. Meningkatkan akses informasi masyarakat.
4. Meningkatkan kreatifitas dalam mengembangkan
dan memanfaatkan tekhnologi informasi yang sudah ada dan bisa dibilang
melakukan sedikit tidaknya inovasi.
5. Memperkecil kesenjangan dalam tekhnologi
informasi.
6. Menghemat biaya.
7. Mengurangi ketergantungan pada vendor yang
sudah ada.
8. Berlaku untuk semua lapisan masyrakat baik
itu si miskin atau si kaya.
Lalu, bagaimana masa depan untuk
open Source? Adakah kemajuan atau kemunduran yang diberikan oleh software
tersebut?
Tentu saja, penyediaan biaya
software yg murah dan berstandar kualitas bagus akan jadi pemicu naiknya
tingkat penggunaan aplikasi open source di Indonesia, bukan itu saja yang
digunakan dalam memajukan program ini namun juga dibutuhkan juga campur tangan
dan dukungan dari pemerintah dalam hal penyediaan aplikasi-aplikasi open source
yang dimana terkadang banyak orang yang mempunyai fikiran “ buat apa kita beli
yang mahal kalau ada barang yang memiliki kualitas yang sama dengan harga yang
lebih murah bahkan gratis.”
Bisa dibayangkan bukan ? Apabila
anda bekerja di sebuah perusahaan yang berskala besar dimana paling tidak
perusahaan tersebut memberikan setiap unit computer pada pegawainya untuk
memberikan kemudahan dan kelancaran dari bekerja supaya memberikan tujuan yang
maksimal pada perusahaan tersebut.
Bila sampai berpuluh-puluh ataupun
beratus –ratus computer berapa banyak uang yang harus dikeluarkan perusahaan
tersebut untuk membayar lisensi atau royalty kepada setiap unit softwarenya?
Bisa-bisa bukannnya memberikan
keuntungan pada perusahaan malah merugikan perusahaan hanya dari segi
inventaris perusahaan itu sendiri.
Maka dari itu tidak heran bila
banyak perusahaan, instansi pendidikan atau instansi pemerintah menggunakan
open source, Selain memberikan kemudahaan bagi para user atau penggunanya disisi
lain yang bisa kita bicarakan adalah “GRATIS” itu loh yang dibanggakan oleh
orang Indonesia. Termasuk saya sendiri kadang berfikir seperti itu.
Namun dimana ada kelebihan pasti ada
kekurangannya dari open source itu sendiri.Tidak banyak pula masyarakat yang
tidak setuju dengan adanya open source ini.Karena beberapa dari mereka ada yang
bilang, “ harga itu tidak pernah bohong”. Gak selamanya yang gratisan itu
kualitasnya sama dengan yang berharga.
Ya, memang menurut survey tentang
open source ada beberapa kekurangan. Yaitu:
1. Interfacenya yang jelek bisa dilihat tidak
ada disain dari layout interface itu sendiri.
2. Terkadang ada beberapa struktuk kode open
source yang tidak kita kenal seperti di software lain, sehingga ada beberapa
masyarakat berkata “lebih baik membayar daripada harus menanggung resiko”.
3. Kurang update atau versinya tidak bisa
diupgrade dan terkadang banyak bug-nya itu loh.
4. Harga tidak pernah bohong.
E. KEUNTUNGA
DAN KERUGIAN OPEN SURCE
Motivasi dari penggunaan dan pengembangan open source software beraneka ragam, mulai dari filosofi dan alasan etika sampai pada masalah praktis. Biasanya, keuntungan yang dirasa pertama dari model open source adalah fakta bahwa ketersediaan open source diciptakan secara gratis atau dengan biaya yang rendah.
1. Keuntungan Open Source Software
Beberapa karakteristik yang menyebabkan Open Source model mendapatkan keuntungan :
Beberapa karakteristik yang menyebabkan Open Source model mendapatkan keuntungan :
a.
Ketersedian source code dan hak untuk
memodifikasi
Ini merupakan hal yang penting. Hal ini menyebakan perubahan dan improvisasi pada produk software. Selain itu, hal ini memunculkan kemungkinan untuk meletakan code pada hardware baru, agar dapat diadaptasi pada situasi yang berubah-ubah, dan menjangkau pemahaman bagimana sistem itu bekerja secara detail.
Ini merupakan hal yang penting. Hal ini menyebakan perubahan dan improvisasi pada produk software. Selain itu, hal ini memunculkan kemungkinan untuk meletakan code pada hardware baru, agar dapat diadaptasi pada situasi yang berubah-ubah, dan menjangkau pemahaman bagimana sistem itu bekerja secara detail.
b. Hak
untuk mendistribusikan modifikasi dan perbaikan pada code
Hal ini merupakan titik perbedaan Open Source Software dengan Free Software. Pada kenyataannya, hak pendistribusian diakui dan merupakan hal yang umum, ini adalah hal yang berpengaruh bagi sekumpulan developer ( pengembang ) untuk bekerja bersama dalam project Open Source Software.
Hal ini merupakan titik perbedaan Open Source Software dengan Free Software. Pada kenyataannya, hak pendistribusian diakui dan merupakan hal yang umum, ini adalah hal yang berpengaruh bagi sekumpulan developer ( pengembang ) untuk bekerja bersama dalam project Open Source Software.
c. Hak
untuk menggunakan software
Ini merupakan kombinasi dari hak pendistribusian, menjamin ( jika software cukup berguna ) beberapa user yang mana membantu dalam menciptakan pasar untuk mendukung dan berlangganan software. Hal ini juga membantu dalam improvisasi kualitas dari produk dan improvisasi secara fungsi. Selain itu akan menyebabkan sejumlah user untuk mencoba produk dan mungkin menggunakannya secara regler.
Ini merupakan kombinasi dari hak pendistribusian, menjamin ( jika software cukup berguna ) beberapa user yang mana membantu dalam menciptakan pasar untuk mendukung dan berlangganan software. Hal ini juga membantu dalam improvisasi kualitas dari produk dan improvisasi secara fungsi. Selain itu akan menyebabkan sejumlah user untuk mencoba produk dan mungkin menggunakannya secara regler.
2. Kerugian Open Source Software
Beberapa karakteristik yang menyebabkan Open Source model mendapatkan keuntungan :
Beberapa karakteristik yang menyebabkan Open Source model mendapatkan keuntungan :
a. Tidak
ada garansi dari pengembangan
Biasanya terjadi ketika sebuah project dimulai tanpa dukungan yang kuat dari satu atau beberapa perusahaan, memunculkan celah awal ketika sumber code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.
Biasanya terjadi ketika sebuah project dimulai tanpa dukungan yang kuat dari satu atau beberapa perusahaan, memunculkan celah awal ketika sumber code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.
b. Masalah
yang berhubungan dengan intelektual property
Pada saat ini, beberapa negara menerima software dan algoritma yang dipatentkan. Hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa motede utama untuk menyelesaikan masalah software di patenkan sehingga beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual property.
Pada saat ini, beberapa negara menerima software dan algoritma yang dipatentkan. Hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa motede utama untuk menyelesaikan masalah software di patenkan sehingga beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual property.
c. Kesulitan
dalam mengetahui status project
Tidak banyak iklan bagi open source software, biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.
Tidak banyak iklan bagi open source software, biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Kesimpulannya, open source software sudah pasti merupakan freeware, tapi
perangkat lunak gratis belum tentu merupakan open source software.sementara
shareware memberikan free kepada pengunanya untuk mencoba sampai batas waktu
tertentu. Setelah itu sofware akan dikunci dan penggunanya harus,membayar untuk
membuka kunci dan menjalankan perangkat lunak itu kembali
Freeware :
Perangkat lunak komputer berhak cipta yang gratis digunakan tanpa batasan waktu
Shareware : Salah satu metode
pemasaran perangkat lunak komersial dimana perangkat lunakdidistribusikan
secara gratis
DAFTA PUSTAKA
Al-Quraisy Ali.Pengertian Open Suerce.http://blog.ali-software.com. 2013.13/01/2014.
Husfiandi.Sejarah Perkembangan Open Surce.http://husfiandi.blogspot.com.2013.13/01/2014.
Arifin Zainal.Keuntungan dan Kerugian Open
Surce. http://zaenal-zaeblogs.blogspot.com.2013.13/01/2014.